Senin, 22 Mei 2017

30 Cara Menyembuhkan & Mencegah Sakit Kepala (Penyebab & Gejalanya)

Umumnya sakit kepala terjadi tidak serius, yang bisa hilang dengan sendirinya, dan bisa diatasi dengan mudah.

Umumnya masyarakat mengatasi sakit kepala dengan cara meminum obat pereda sakit, tidur atau istirahat dan memperbanyak minum air putih.

Namun, disisi lain terdapat beberapa jenis sakit kepala yang memerlukan penanganan lebih, dimana ada jenis sakit kepala yang juga bisa membahayakan nyawa.

Sakit kepala bisa berlangsung selama kurang dari satu jam saja, atau bahkan bisa terjadi selama beberapa hari. Kemunculannya juga dapat secara tiba-tiba maupun perlahan-lahan.

Cara Menyembuhkan & Mencegah Sakit Kepala
Orang Sakit Kepala | Sumber gambar: Pixabay.com

Penyebab Sakit Kepala
Penyebab sakit kepala bermacam-macam, umumnya jenis sakit kepala dapat digolongkan berdasarkan penyebabnya. Dimana sakit kepala yang tidak terkait dengan penyakit lainnya disebut sebagai “sakit kepala primer”.

Adapun sakit kepala yang terjadi akibat dari penyakit lain maka hal ini dinamakan “sakit kepala sekunder”.

Sakit Kepala Primer
Sakit kepala primer merupakan sakit kepala yang terjadi karena adanya masalah pada struktur di kepala yang sensitif terhadap rasa sakit, dimana jenis sakit kepala ini bukan gejala akibat penyakit lain.

Terdapat beberapa penyebab dari terjadinya sakit kepala primer yaitu gangguan pada otot leher dan kepala, gangguan ada pembuluh darah dan saraf, dan adanya aktivitas kimia di otak yang memicu sakit kepala.

Berikut di bawah ini beberapa jenis sakit kepala primer yang umum terjadi:

Sakit Kepala Tegang
Jenis sakit kepala yang paling umum muncul pada orang-orang, mereka yang terkena sakit kepala tegang akan mengalami seakan-akan ada pita karet yang melilit di sekeliling kepala, dengan kata lain kepala terasa seperti ditekan dengan kuat.

Jenis sakit kepala tegang ini memiliki beberapa penyebab yang memicunya, seperti kurang tidur, banyak pikiran, stres atau depresi, kurang  minum air putih (dehidrasi), telat makan, dan akibat minum minuman keras.

Migrain
Kasus sakit migrain lebih jarang terjadi apabila dibandingkan dengan kasus orang-orang yang mengalami sakit kepala tegang. Orang yang terkena migrain akan mengalami rasa sakit pada salah satu sisi atau kedua sisi kepala, yang rasanya seakan-akan berdenyut.

Yang menjadi masalah, jenis sakit kepala migrain ini dapat terus berulang, hal ini menyebabkan aktivitas menjadi sangat terhambat, karena penyakit migrain yang dialami akan membuat penderitanya kesulitan untuk konsentrasi dan berpikir.

Biasanya penyakit migrain bisa diobati hanya dengan mengonsumsi obat yang dijual bebas di apotek atau warung, akan tetapi apabila penyakit migrain yang dialami sudah terasa parah, maka ditekankan agar pergi ke dokter, karena dikhawatirkan dampaknya bisa sangat buruk.

loading...

Sakit Kepala Cluster
Jenis sakit kepala cluster bisa menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, bahkan bisa menyebar ke bagian sekitar salah satu mata. Rasa sakit dari jenis sakit kepala ini tidak dapat diredakan oleh obat-obat biasa yang bebas dijual di warung.

Untuk mengatasi sakit kepala cluster maka disarankan pergi ke dokter, yang akan memberikan perawatan lebih lanjut dan spesifik.

Gaya hidup yang kurang baik atau kurang sehat menjadi pemicu sakit kepala primer, seperti mengkonsumsi makanan yang berminyak, junk food, makanan yang tinggi kandungan senyawa garam asam (nitrat), sering begadang atau kuran tidur malam, telat makan, terlalu banyak pikiran dan stres.

Sakit Kepala Sekunder
Sakit kepala sekunder merupakan sakit kepala yang terjadi akibat aktifnya saraf rasa sakit di kepala karena kondisi tubuh yang mengalami suatu penyakit, berupa flu, sinusitis, masalah gigi dan infeksi telinga.

Berikut di bawah ini faktor umum penyakit kepala:
  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu dingin secara tiba-tiba.
  • Konsumsi terlalu banyak makanan yang memiliki kandungan monosodium glutamat (MSG).
  • Memakai alat penutup kepala yang terlalu ketat, seperti helm dan lainnya.
  • Gangguan pada penglihatan seperti glaukoma.
  • Melakukan kegiatan fisik yang mengakibatkan leher atau kepala menjadi tegang.
  • Mengonsumsi terlalu banyak asupan kafein.
  • Mengalami gangguan tidur
  • Karena terjadinya perubahan hormon pada tubuh wanita, penyebab seperti karena mengonsumsi pil KB dan lainnya.

Berikut beberapa penyebab sakit kepala sekunder yang jarang terjadi:
  • Aneurisma otak
  • Keracunan karbon monoksida
  • Serangan meningitis
  • Terjadi penyumbatan pembuluh darah di otak
  • Terjadi radang pada otak
  • Neuralgia trigeminal
  • Mengalamo gegar otak
  • Serangan panik

Beberapa jenis sakit kepala sekunder secara spesifik, yaitu:
  • Sakit kepala rebound , terjadi akibat sangat sering mengonsumsi obat pereda nyeri.
  • Sakit kepala thunderclap, menimbulkan rasa sakit kepala yang parah, yang terjadi secara tiba-tiba dan bisa mengakibatkan pendarahan di otak dan masalah fatal lainnya.
  • Sakit kepala spinal, terjadi akibat tubuh kekurangan cairan serebrospinal setelah anestesi atau trauma.

Anda harus berhati-hati ketika mengalam sakit kepala dengan kondisi yang cukup parah, seperti:
  • Sakit kepala yang tidak jua kunjung reda setelah minum obat.
  • Sakit kepala sudah dalam tingkat yang sangat menyakitkan, hingga mengakibatkan penderitanya tidak dapat menjalankan aktivitas.
  • Menyebabkan demam tinggi, leher kaku, pingsan,  lumpuh di satu sisi tubuh, sulit berbicara, sulit melihat dan tidak bisa memahami perkataan orang lain.

Pengobatan Sakit Kepala
Pengobatan sakit kepala dilakukan berdasarkan gejalanya dan penyebabnya. Selain itu, tidak semua jenis sakit kepala dapat ditanggapi atau disembuhkan dengan mengonsumsi obat sakit kepala biasa.

Pengobatan Sakit Kepala Tegang
Biasanya untuk mengobati sakit kepala tegang dengan minum obat yang dijual bebas, yaitu obat yang berjenis ibuprofen, paracetamol, dan aspirin.

Untuk mengatasi sakit kepala tengang juga bisa dengan melakukan terapi untuk menurunkan gejala stres, yaitu dengan cara:
  • Meminum cairan (ait putih) yang mencukupi
  • Mencegah berpikir terlalu keras dan banyak
  • Mengkondisikan tubuh dan jiwa agar rileks seperti dengan cara bersantai di dalam air hangat dan lainnya
  • Menyewa jasa pemijatan agar tubuh rileks.

Pengobatan Migrain
Pengobatan migrain ada dua jenis, yaitu pengobatan untuk meredakan gejala dan pengobatan untuk pencegahan timbulnya rasa sakit.

Pengobatan untuk meredakan gejala migrain, maka bisa dilakukan dengan menggunakan jenis obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter, yaitu jenis obat asteaminofen (parasetamol), obat-obatan golongan triptans, aspirin, ibuprofen, obat-obat anti mual, ergotamine, dan obat golongan glukokortikoid.

Untuk pengobatan pencegahan, tidak semua penderita migrain perlu menjalani pengobatan pencegahan ini. Hal ini dilakukan ketika sakit kepala berlangsung selama 12 jam atau lebih, ataupun penderita sering mengalami serangan sakit kepala (empat kali dalam sebulan).

Selain itu, pengobatan pencegahan perlu dilakukan jika penggunaan obat-obatan antinyeri tidak mampu meredakan gejala rasa sakit, atau rasa sakit migrain yang ditimbulkan parah, bahkan bisa menimbulkan mati rasa atau kelumpuhan.

Jika dalam kondisi semikian maka perlu dilakukan pengobatan pencegahan, jenis obat yang digunakan yaitu obat penghambat beta (beta-blocker), obat antikejang, obat golongan antidepresan, dan obat anti-inflamasi non-steroid (khususnya naproxen).

Sakit kepala akibat migrain perlu mendapatkan penanganan khusus, hal ini berbeda dengan jenis sakit kepala lainnya. Konsultasikan dengan dokter jika kondisinya sangat parah dan membahayakan.

loading...

Pengobatan Sakit Kepala Cluster
Obat pereda nyeri yang umumnya dijual secara bebas tidak efektif dalam pengobatan sakit kepala cluster, sehingga tidak mampu menghilangkan rasa sakitnya.

Jenis sakit kepala ini bisa terjadi secara mendadak, serta dapat hilang secara cepat. Untuk mengatasi sakit kepala cluster, maka ada beberapa hal yang kemungkinan disarankan dokter, yaitu:
  • Mengonsumsi obat pencegahan.
  • Menghirup oksigen 100 persen menggunakan masker.
  • Menggunakan triptan nasal spray yang diberikan oleh dokter, seperti zolmitriptan atau sumatriptan. Cara kerja obat ini dengan cara disemprotkan ke dalam hidung.
  • Menggunakan obat suntik seperti sumatriptan, yang nantinya bisa meredakan rasa sakit secara cepat.

Diagnosis Kemungkinan Akan Dilakukan Dokter Ketika Sakit Kepala Cukup Parah
Jika kondisi sakit kepala sangat parah maka segera ke dokter untuk memperoleh penanganan yang tepat. Pada awal pemeriksaan dokter akan menanyakan riwayat kesehatan pasien.

Setelah itu akan dilakukan tes fisik, apabila pemicu atau penyebabnya belum terdeteksi, maka kemungkinan akan dilakukan tes lanjutan.

Beberapa bentuk tes lanjutan yaitu tes urine, tes darah, tes mata, X-ray sinus, MRI scan dan CT scan. Pemeriksaan dengan electroencephalogram (EEG) juga bisa berkemungkinan disarankan dokter ketika sakit kepala yang dialami pasien disertai dengan munculnya kejang-kejang.

Pada kondisi yang sangat parah, dokter kemungkinan menyarankan untuk melakukan tes spinal tapdengan untuk mengambil sampel cairan dari kanal tulang belakang. Tujuannya yaitu untuk mengecek apakah terjadi infeksi tertentu.

Cara Alami Pengobatan Sakit Kepala

1. Manfaatkan Es Batu
Tahukah Anda bahwa es batu memiliki keampuhan untuk menghilangkan sakit kepala. Hal itu karena es batu mempunyai sifat dingin, kandungan sifat dinginnya ini bisa membantu menghilangkan sakit kepala secara cepat.

Cara menggunakannya sangat mudah, Anda bisa mengosok-gosokan es batu (pelan-pelan saja) di bagian kening hingga bagian samping kepala.

Atau bisa juga dengan metode kompres, namun hindari terlalu lama menempelkan batu es pada kepala, jika sudah terasa sangat dingin maka hentikan dahulu sementara menempelkannya.

2. Konsumsi Kentang
Kentang kaya akan kandungan kalium. Dimana ada banyak sekali manfaat kandungan kalium untuk kesehatan, utamanya yaitu untuk menjadikan sistem peredaran darah berjalan dengan selalu lancar.

Dengan lancarnya peredaran darah di dalam tubuh, maka hal ini sangat penting agar peredaran oksigen dan nutrisi penting menjadi bisa tersalurkan dengan baik ke seluruh bagian tubuh, selain itu juga membantu menghilangkan sakit kepala dengan cepat.

Kalau bisa konsumsi kentang tanpa mengupas kulitnya, hal itu karena kandungan kalium paling tinggi ini ternyata ada pada bagian kulit kentang.

Dalam mengolahnya maka jangan dilakukan dengan cara menggoreng, namun yang paling sehat adalah dengan cara direbus.

3. Konsumsi Buah Pisang
Buah pisang memiliki kandungan potassium dan magnesium yang lumayan banyak. Kedua kandungan ini diyakini mampu secara efektif untuk menyembuhkan sakit kepala, termasuk migrain.

Dengan begitu, saat mengalami sakit kepala cobalah mengonsumsi pisang secara rutin (setiap hari), sehingga Anda pun akan bebas dari yang namanya sakti kepala ini.

4. Minum Banyak Air Putih
Tubuh sangat memerlukan cairan, terutama air putih yang kebuhutan harus tercukupi dengan baik dalam setiap harinya. Dengan minum air putih maka sangat bermanfaat untuk melancarkan proses metabolisme tubuh.

Minum banyak air putih juga berguna untuk mencegah terjadinya dehidrasi, dimana kondisi dehidrasi merupakan salah satu pemicu munculnya sakit kepala.

5. Minum Kopi (Secukupnya)
Konsumsi kafein dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan sakit kepala semakin parah. Namun, jika Anda mengonsumsi kopi dalam kadar yang tepat dan tidak telalu banyak maka dapat membantu untuk meringankan sakit kepala.

Kandungan kafein akan bekerja untuk menenangkan sistem saraf yang menegang akibat dari sakit kepala tersebut. Namun ingat, jika minum kopi terlalu banyak justru akan membuat sakit kepala menjadi semakin parah.

6. Konsumsi Lebih Banyak Ikan
Ikan kaya akan omega 3 yang memiliki sangat banyak manfaat, seperti meningkatkan kecerdasan otak, hingga bisa membantu menghilangkan sakit kepala akibat kondisi saraf yang tegang.

Hampir semua jenis ikan itu sangat sehat untuk dikonsumsi, sebagai saran utamakan untuk memilih mengonsumsi jenis ikan salmon dan makarel. Karena kedua jenis ikan ini yang paling banyak mengandung omega-3 dan mineral alami.

7. Makan Buah Semangka
Buah semangka sangat segar dimakan dan juga kaya akan air, selain itu juga memiliki kandungan kalium yang tinggi. Manfaat kalium untuk melancarkan peredaran darah, dan juga bisa membantu mengobati sakit kepala dengan cepat. Anda bisa mengonsumsi buah semangka merah dan kuning.

8. Konsumsi Biji Wijen
Biji wijen memiliki banyak kandungan vitamin E, yang dapat bermanfaat untuk membantu menghilangkan sakit kepala ataupun migrain yang diderita dengan cepat.

Selain itu biji wijen memiliki kandungan magnesium tinggi yang juga membantu untuk mengobati sakit kepala, terutama pada sakit kepala bagian belakang. Asupan magnesium juga bisa Anda peroleh dari minyak zaitun, kentang manis, gandum, dan lainnya.

9. Lakukan Peregangan (Streching)
Tujuan streching adalah untuk menenangkan saraf dari rasa tegang, sehingga bisa membantu untuk menghilangkan sakit kepala. Silahkan melakukan peregangan yang membuat tubuh Anda menjadi lebih rileks, sehingga tubuh bisa lebih terhindar dari timbulnya rasa sakit kepala yang sangat menyakitkan.

10. Perbaiki Pola Tidur Anda
Salah satu hal yang memicu terjadinya sakit kepala adalah kurang tidur. Hal itu karena kurang tidur mengakibatkan otot dan sistem saraf menjadi tegang, yang kemudian memunculkan rasa sakit kepala.

Dengan begitu, hindari tidur terlalu larut malam. Bahaya lainnya dari kurang tidur adalah tidak maksimalnya proses peredaran darah, resiko penyakit jantung, stroke, tekanan darah tinggi, dan lainnya.

11. Hidarilah Stres dan Depresi
Hindari munculnya rasa ketidaknyamanan di dalam hidup, munculnya stres karena banyaknya tekanan masalah hidup. Dari sinilah stres yang dialami bisa memicu terjadinya sakit kepala.

Penting untuk bisa mengatur kehidupan dan waktu Anda dengan baik sehingga nantinya bisa terhindar dari stres dan depresi, hindari memikirkan hal-hal yang terlalu berat. Buatlah jiwa dalam kondisi tenang dan rileks.

12. Jangan Melihat Cahaya Terlalu Terang, Apalagi Dalam Waktu Lama
Melihat cahaya sangat terang bisa memicu sakit kepala, karnea mata yang melihat cahaya yang sangat terang akan mengakibatkan saraf menjadi  tegang dan kaku, yang akhirnya semakin memperburuk kondisi sakit kepala yang dialami.

Dengan begitu, saat Anda terkena sakit kepala maka usahakan untuk menghindari mata dari melihat cahaya-cahaya terang, seperti melihat cahaya sinar matahari secara langsung ke atas, melihat cahaya sepeda motor dan mobil (apalagi jika di malam hari), lampu senter, dan banyak lainnya.

Behubungan dengan ini, maka sangat disarankan agar Anda tidur dalam kondisi gelap. Matikan lampu di kamar sehingga kondisinya benar-benar gelap.

13. Berbaring dengan Kaki Diatas
Hanya dengan berbaring dan meletakan kaki diatas selama 10 menit, 30 menit atau lebih, maka terapi ini bisa membantu sakit kepala agar hilang. Ketika berbaring dengan meletakan kaki agak tinggi (tingginya diatas kepala) maka peredarah darah akan lancar dan mengisi pada bagian otak.

14. Jangan Melakukan Aktivitas Fisik Secara Berlebihan
Melakukan olahraga, pekerjaan atau aktivitas fisik yang berlebihan dan terlalu berat dapat mengakibatkan hal buruk bagi kesehatan. Kondisi tubuh yang kelelahan sangat rentan untuk memunculkan rasa sakit di kepala, saat kelelahan maka daya tahan tubuh juga menjadi lemah.

15. Aerobik
Menurut National Pain Foundation melakukan latihan aerobik secara teratur seperti jogging, jalan cepat, bersepeda atau punberenang, dapat mengurangi frekuensi dan rasa sakit migrain.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Headache terhadap para pasien sakit kepala migrain, mereka yang melakukan senam teratur, bersepeda dan latihan lainnya selama 12-minggu secara rutin, mengalami peningkatan kualitas hidup dan penurunan angka kejadian migrain, serta intensitas nyerinya.

16. Batasi Mengonsumsi Asupan Nitrat, Nitrit, MSG
Anda harus menghindari zat-zat yang bisa merangsang sakit kepala, seperti nitrit dan nitrat yang terkandung pada daging olahan, hindari juga asupan monosodium glutamat (MSG) yang umumnya terdapat di dalam makanan ringan, mie dan lainnya, yang bahan ini digunakan sebagai penambah rasa.

Selain itu batasi konsumsi kafein, phenylethylamine (ditemukan pada keju dan coklat), aspartam (yaitu zat pemanis buatan), tiramin (sering terdapat di dalam daging fermentasi, keju, kacang-kacangan dan kedelai).

Jenis-jenis asupan diatas bisa memicu sakit kepala. Dan juga jangan minum alkohol.

17. Pijat
Sebagai pertolongan sederhana dan sementara untuk sakit kepala, maka Anda dapat melakukan pemijatan, dengan cara menggosok pelipis atau leher, punggung, kepala, atau bahu.

Dengan melakukan terapi ini maka bisa membuat tubuh menjadi merasa lebih baik untuk sementara waktu.

Anda perlu melakukan berulang-ulang setiap kali sakit kepala muncul. Hal ini berdasarkan penjelasan dari Salwa H. Hanna, MD,  seorang pemilik dan direktur medis dari Headache Clinic of Denver. Manfaat lainnya dari melakukan pemijatan adalah untuk membuat tidur lebih nyaman.

18. Air hangat dan Minyak Kayu Putih
Untuk bisa membantu menghilangkan sakit kepala dengan cepat, maka bisa juga dengan menggunakan campuran air panas dan minyak kayu putih. Untuk melakukannya, pertama-tama teteskan beberapa tetes minyak kayu putih ke dalam air panas, lalu Anda hirup aroma dari air panas tersebut.

Aromanya ini diyakini bisa merilekskan tubuh dan pikiran, hal ini sangat membantu untuk meredakan sakit pekala.

19. Oleskan Minyak Eucalyptus
Zat anti peradangan yang terdapat di dalam minyak eucalyptus mampu untuk meringankan sakit kepala, Oleskan minyak eucalyptus pada bagian jidat, pelipis, leher dan pundak. Hal ini bisa membantu agar sakit kepala bisa reda.

20. Kayu manis
Kayu manis dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk membantu menghilangkan sakit kepala dengan cepat, terutama bagi orang-orang yang terkena sakit kepala karena cuaca dingin.

Aplikasikan pasta kayu manis di bagian pelipis dan dahi, setelah itu biarkan saja selama 30 menit, setelah itu baru dibersihkan.

21. Hindari Layar
Supaya sakit kepala bisa reda dengan cepat maka usahakan untuk menghindari yang namanya layar, baik itu layar TV, komputer, laptop, smartphone, layar video game dan lainnya.

Sakit kepala tidak akan mudah hilang apabila penderitanya masih menghadap pada layar-layar yang terang tersebut, hal itu karena radiasi layar dapat mengakibatkan gangguan pada syaraf otak.

22. Air Jahe
Jahe memiliki sifat anti peradangan dan anti-histamin, selain dapat Anda gunakan sebagai obat untuk mengatasi rasa mual, juga bisa Anda manfaatkan untuk menyembuhkan sakit kepala.

Cara memanfaatkannya, pertama-tama sediakan sangrai 4 ruas jahe, lalu direbus dengan 5 gelas air.

Lalu tambahkan dengan satu sendok gula pasir. Rebuslah hingga mendidih.

Setelah itu, mulailah mencium aroma dari air jahe tersebut, dan juga diminum sedikit demi sedikit airnya. Selain itu Anda juga bisa menambahkan air jahe dengan madu.

Pencegahan Sakit Kepala

1. Jangan Terlalu Banyak Mengonsumsi Asupan Kafein
Kalau bisa konsumsi kafein sedikit saja, seperti minum kopi atau teh dalam sehari hanya satu kali, atau maksimal dua kali dalam sehari.

Penting untuk membatsi konsumsi kafein, baik itu dari kopi, teh dan lainnya. Hal itu karena terlalu banyak minum kopi, teh atau asupan kafein lainnya maka dapat memperparah kondisi sakit kepala.

2. Pastikan Istirahat atau Tidur di Malam Hari yang Cukup
Penting untuk menjaga keteraturan waktu istirahat ini. Disarankan tidur dalam sehari selama tujuh hingga delapan jam.

Hindari begadang jika tidak darurat, karena jika tidur terlalu larut malam akan berakibat pada banyak masalah kesehatan, terutama mengkibatkan kepala menjadi sakit dan membuat daya pikir menjadi melemah.

Kurang tidur atau begadang juga dapat mengakibatkan tingginya resiko terkena depresi yang sangat berat. Dimana dampaknya akan membuat seseorang menjadi sering cemas, lebih sensitif, mudah marah, mudah tersinggung, serta kondisi badan menjadi sangat lemas dan kurang sehat. Kurang tidur juga bisa memicu resiko penyakit jantung dan kanker.

3. Buat Jiwa Menjadi Santai / Rileks (Bukan Malas)
Dalam sehari sangat penting untuk menyediakan waktu 30 menit atau satu jam untuk rileks dan bersantai, agar jiwa bisa lebih tenang sehingga mencegah timbulnya masalah sakit kepala.

Anda bisa mandi air hangat, bersandar dan sebagainya, yang penting lakukan hal-hal yang menjadikan jiwa Anda menjadi rileks.

Jangan Terlalu Sering atau Bermudah-mudahan dalam Mengonsumsi Obat
Tujuan dari menggunakan obat adalah untuk membantu menyembuhkan atau meringankan penyakit. Namun para ahli kesehatan menjelaskan bahwa terlalu banyak menggunakan obat dapat menyebabkan dampak buruk.

Oleh karena itu, hendaknya memperhatikan dengan baik tentang obat mana saja yang menjadi prioritas untuk digunakan. Jika suatu kondisi masalah kesehatan tidak memerlukan konsumsi obat untuk mengatasinya, maka jangan bermudahan-mudahan untuk mengonsumsi obat.

Sering minum obat bisa menyebabkan seseorang mejadi susah tidur, hal ini umum dialami oleh orang-orang yang banyak mengonsumsi obat-obat steroid, hal ini menyebabkan pola tidur menjadi tidak teratur. Buruknya pola tidur dan kualitas tidur akan dapat memicu sakit kepala.

Terlalu sering minum obat juga bisa menyebabkan jantung berdebar atau dada menjadi sesak nafas. Dampak lainnya yaitu bisa menyebabkan emosi menjadi labil, dimana beberapa jenis obat bisa mempengaruhi susunan saraf, termasuk dalam pengaturan emosi.

Dampak lainnya dari terlalu sering minum obat yaitu beresiko menyebabkan kerusakan ginjal karena ginjal bekerja terlalu keras dalam menyaring ampas-ampas obat yang menjadi racun di dalam tubuh.

4. Hindari Stres
Menjalani hidup dengan tenang, yang jauh dari namanya stres, maka akan membuat Anda bisa lebih terhindari dari sakit kepala. Oleh karena itu, carilah cara agar bisa mengatur aktivitas sehari-hari yang bisa membuat Anda terhindar dari rasa stres.

5. Makan Secara Teratur dan Sehat
Berusahalah untuk menjalani pola hidup yang sehat, yaitu dengan mengonsumsi makanan secara teratur, dengan umumnya makan tiga kali dalam sehari.

Hindari makan terlalu banyak porsinya, jangan tergoda untuk makan banyak. Usahakan untuk selalu makan di waktu yang sama pada setiap harinya, selain itu jangan lewati hari tanpa sarapan sehat.

6. Rajin Berolahraga
Melakukan olahraga secara rutin mampu membuat jiwa menjadi lebih semangat dan terhidar dari stres. Untuk melakukan olahraga maka tidak perlu yang berat-berat, lakukan olahraga yang ringan saja, namun harus rutin olahraga yang dilakukan.

Kalau bisa lakukanlah olahraga pada setiap hari, atau minimal empat kali dalam seminggu. Adapun waktu melakukan olahraga yang paling baik adalah di pagi hari.

7. Ketahui Pemicu Sakit Kepala, dan Hindari
Usahakan untuk mencari tahu pemicu yang membuat Anda terkena sakit kepala, hal ini supaya Anda  dapat terhindar dari sakit kepala. Catat secara detail setiap kali Anda terkena sakit kepala, seperti kapan dan apa yang telah Anda konsumsi baru-baru ini sehingga memicu timbulnya sakit kepala.

Catat baik-baik sehingga Anda nantinya bisa mengindentifikasi dan menyimpulkan tentang hal apa saja yang memicu sakit kepala, lalu hindari pemicu-pemicunya tersebut.

Hal Lainnya Yang Penting Diketahui
Agar bisa menghilangkan sakit kepala secara umum oleh masyarakat adalah hal yang mudah, umumnya masyarakat yang lebih memilih langsung konsumsi aspirin atau obat, dibandingkan menangani sakit kepala dengan cara lain yaitu menanganinya tanpa bantuan bahan kimia.

Perlu diketahui, mengonsumsi aspirin dalam jumlah besar bisa sangat buruk bagi kesehatan organ ginjal. Dimana kandungan kimia yang ada di dalam obat sakit kepala bisa merusak bagian nefron ginjal, serta memperberat kerja ginjal.

Tanda Sakit Kepala yang Berbahaya, Sehingga Perlu Pergi ke Dokter
Rasa sakit atau nyeri sebenarnya adalah sinyal dari tubuh bahwa telah terjadi kerusakan sel atau jaringan pada bagian tubuh tersebut. Tanpa nyeri, mungkin Anda tidak akan tahu bahwa sebenarnya Anda terkena masalah kesehatan dan membutuhkan pengobatan.

Berikut di bawah ini adalah bentuk sakit kepala yang perlu diwaspadai dan agar penderita segera pergi ke dokter:

1. Sakit kepala disertai dengan kelainan neurologik, dimana kelainan neurologik berupa perubahan fungsi kognitif (kemampuan mengingat), mental, gangguan keseimbangan tubuh, gangguan penglihatan mata, kelemahan pada satu sisi tubuh, kejang, muncul rasa kesemutan yang tidak wajar, perubahan kesadaran dan kesulitan berbicara.

2. Disertai gejala sistemik. Gejala sistemik merupakan gejala selain nyeri kepala yang mempengaruhi tubuh, seperti sesak napas, demam, mualm muntah, sesak napas dan penurunan berat badan.

3. Sakit kepala hebat yang rasanya nyerinya muncul secara tiba-tiba.

4. Nyeri kepala akibat benturan atau cedera pada kepala.

5. Rasa nyeri pada kepala tidak mereda walaupun sudah menggunakan obat anti.

Ketika Anda merasakan sakit kepala dengan tanda-tanda yang dijelaskan di atas, maka segera periksakan diri ke dokter. Hendaknya jangan ditunda-tunda, kondisi penyakit yang parah maka memerlukan penanganan yang secepat mungkin.

Penyebab Muncul Rasa Sakit Kepala / Pusing Setelah Makan
Jika Anda pernah atau bahkan sering merasakan pusing setelah makan, ada potensi Anda terkena Postprandial Hypotension, yaitu sebuah kondisi dimana tekanan darah tiba-tiba menjadi rendah setelah makan. Kondisi seperti ini sebenarnya dialami sepertiga orang di dunia.

Ketika terjadi proses pencernaan, maka aliran darah akan difokuskan ke bagian lambung dan usus kecil. Supaya mekanisme ini tidak sampai mengganggu aliran darah ke otak, kaki dan bagian-bagian tubuh secara umum, maka organ jantung akan bekerja atau berdetak dengan lebih cepat, serta pembuluh darah di bagian saluran pencernaan menjadi mengecil.

Pada sebagian orang, mekanisme tersebut ternyata tidak bisa berjalan lancar, yang akhirnya menyebabkan tekanan darah menjadi rendah di bagian-bagian tubuh, kecuali sistem pencernaan. Sehingga dampaknya menyebabkan timbulnya rasa pusing, mual, nyeri dada, dan gangguan penglihatan.

Untuk meminimalisir dampak tersebut pada orang yang mengalaminya, maka disarankan untuk minum sekitar 350 mL air putih beberapa saat sebelum makan, pastikan Anda mengonsumsi makanan yang berserat, dalam mengonsumsi makanan maka makan dalam jumlah sedikit-sedikit dan hindari makan dengan terburu-buru.

Hati-hati Jika Sering Pusing, Tengkuk Kaku & Mudah Lupa
Kondisi tersebut bisa menjadi gejala dari adanya penyumbatan pada pembuluh darah, yang jika dibiarkan dikhawatirkan bisa beresiko penyakit stroke.

Sumbatan pembuluh darah otak tidak hanya dialami di arteri, selain itu juga dapat terjadi pada pembuluh darah balik atau vena, yang hal ini disebut dengan Cerebral Venous Thrombosis (CVT).

Vena otak adalah saluran untuk keluarnya darah dari otak. Terjadinya masalah sumbatan vena berupa CVT, bisa menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan dalam kepala karena terjadinya hambatan keluarnya darah yang melewati otak.

Hal tersebut adalah masalah yang serius karena bisa menyebabkan gangguan aliran darah dalam otak, yang setelah itu bisa berakibat fatal berupa kerusakan atau bahkan kematian sel otak.

Hal yang umum terjadi, penderita CVT datang dengan kondisi yang baik dan terlihat sehat, namun ternyata ditemukan adanya masalah CVT yang disertai terjadinya hambatan aliran darah di otak. Berikut di bawah ini gejala-gejala yang perlu diwaspadai:
  • Penurunan kemampuan pendengaran.
  • Nyeri kepala yang menimbulkan rasa sakit hebat.
  • Penurunan kesadaran.
  • Tengkuk terasa sangat berat dan tegang.
  • Mudah lupa (sulit mengingat).
  • Rentan mengalami muntah.
  • Penurunan neurologis, berupa kesemutan, gangguan bicara, lemah pada separuh badan, kebas, dan lainnya.

Jika Anda mengalami geala-gejala diatas maka disarankan untuk segera pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar