Sabtu, 25 Agustus 2018

Beberapa Tips Pembagian Saham Kepada Investor



Di dalam dunia bisnis tentu membutuhkan dana atau lebih dikenal dengan modal. Modal bermanfaat untuk perusahaan supaya bias menjalankan roda perusahaan baik dari sisi produksi, distribusi, penjualan, pemasaran, dan sebagainya. Biasanya modal perusahaan bersumber dari tidak sedikit faktor yaitu, dari deviden penjualan periode sebelumnya, uang individu dari pemimpin perusahaan (CEO), dan atau duit yang berasal dari investor atau pemodal.

Salah satu sumber modal terbesar dari ketiga sumber di atas ialah dari pemodal. Mereka adalahsalah satu stockholder di dalam badan direksi perusahaan yang menyerahkan sumber daya modal dalam jumlah tertentu. Sebagai feedback dari perusahaan, pemodal bakal mendapatkan saham atau stock yang jumlahnya tergantung dari jumlah modal yang diserahkan oleh investor. Semakin besar dana ventura yang diserahkan kepada perusahaan, maka bakal semakin besar pula stock yang akan diperoleh oleh investor. Begitu pula sebaliknya.

Dalam prosesnya, pembagian stock yang nantinya bakal menjadi keuntungan untuk pemodal diberikan oleh perusahaan sesuai peraturan dan hasil penjualan yang didapatkan dari satu periode tertentu. Perusahaan memiliki keharusan untuk mengadukan dan membaginya untuk para pemodal di akhir dari periode lewat “Rapat Umum Pemegang Saham” (RUPS).

Berikut ialah contoh kecil bagaimana peran investor di dalam bagan organisasi perusahaan dan bagaimana teknik membagi kepemilikan dengan mereka. Si A dan B membuka usaha rental mobil. Mereka berdua setiap mengeluarkan modal sebesar 100 juta rupiah. Setelah berjalan sejumlah waktu, ternyata mereka menemukan pemodal yang bercita-cita untuk menyerahkan modal di usaha mereka. Pemodal tersebut ialah C, yang menyerahkan modal usaha sebesar 300 juta rupiah.

Jika ditotal, maka jumlah investasi dari usaha rental mobil tersebut ialah sebesar 500 juta rupiah, dengan kepemilikan perusahaan yang bisa dibgai sebagai berikut:

Si A mempunyai 20% kepemilikan perusahaan (100 juta/500 juta)

Si B mempunyai 20% kepemilikan perusahaan (100 juta/500 juta)

Si C mempunyai 60% kepemilikan perusahaan (300 juta/500 juta)

Ketiga stockholder ini menciptakan kesepakatan bahwa A dan B sebagai teman kerja aktif (pelaksana dari seluruh pekerjaan operasional perusahaan) bakal mendapatkan gaji sebesar lima juta rupiah per bulan. Sedangkan C sebagai teman kerja pasif (hanya sebagai pemodal saja dan tidak ikut terjun langsung dalam operasional perusahaan) tidak menemukan gaji bulanan. Pada akhir periode, usaha rental mobil yang didirikan mereka mendapat  keuntungan bersih sebesar 500 juta rupiah, maka pembagian deviden dan deviden | laba untuk investor bakal menjadi laksana berikut:

Keuntungan sebesar 500 juta rupiah

Invetasi tahun depan sebesar 300 juta rupiah

Biaya operasional sebesar 100 juta rupiah

Dan deviden | laba sebesar 100 juta rupiah

Poin ke-empat, yaitu deviden | laba akan dipecah kepada pengelola dan pemodal cocok persenan kepemilikan atas perusahaan. Pembagiannya di akhir periode menjadi:

Deviden guna A sebesar 20% x 100 juta rupiah = 20 juta rupiah

Deviden guna B sebesar 20% x 100 juta rupiah = 20 juta rupiah

Deviden guna investor C sebesar 60% x 100 juta rupiah = 60 juta rupiah

Ilustrasi di atas merupakan cerminan bagaimana deviden | laba dibagikan untuk pengelola dan pemodal.

Dalam membagi sisa deviden yang berbentuk deviden, perusahaan bisa mengaplikasikan sejumlah tips pembagian saham dengan investor, supaya keuntungan kamu menjadi lebih gampang didata dan terorganisir. Sehingga nantinya, akan terbuat efektivitas dan efisiensi dengan rumus tertentu.

Analisa jumlah modal

Seperti ilustrasi di atas, jumlah modal yang diserahkan akan paling menilai stock yang akan diperoleh oleh seorang pemodal. Contoh di atas merupakan misal sederhana. Ketika perusahaan semakin perumahan dan pemodal semakin banyak, maka kamu sebagai empunya perusahaan mesti dapat menganalisa modal ventura yang diserahkan oleh stockholderdan mengerjakan kalkulasi yang tepat. Lakukan double-check supaya penghitungan kamu semakin valid dan tepat.

Analisa kebijakan-kebijakan tambahan

Jumlah deviden | laba yang ditentukan pada akhir periode pun menilai bagaimana sisa deviden akan diserahkan nantinya. Seperti ilustrasi di atas, ada kepandaian bahwa deviden bersih mayoritas akan dianggarkan untuk investasi di tahun berikutnya, serta alokasi untuk ongkos operasional. Kebijakan-kebijakan alokasi deviden di akhir periode bakal menilai sisa deviden | laba dan porsi yang akan diperoleh oleh setiap stockholder.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar