Kamis, 27 September 2018

Awas 5 Gangguan Kesehatan Ini Diturunkan Secara Genetik



Beberapa orang bermunculan dengan situasi sehat, sedangkan sisanya merasakan gangguan kesehatan yang diturunkan secara genetik. Hal ini tak dapat disalahkan pada family yang terdahulu, tetapi harus ditangani secara arif dan telaten supaya tak semakin parah.

Sejumlah tes DNA seringkali dilakukan demi memahami gangguan kesehatan yang dialami dampak diturunkan secara genetik. Beberapa cara pengujian mematok harga mahal, sisanya terjangkau tetapi belum dapat dipastikan secara sahih.

Secara ideal, memahami apa yang bersembunyi di DNA Anda bakal memotivasi untuk mengawal diri lebih baik dari sebelumnya. Mengingat perangkat ukur masa sekarang untuk pengujian genetika berkembang, para berpengalaman menyebut bahwa kita memiliki peluang untuk mempelajari lebih lanjut mengenai risiko penyakit tertentu yang diturunkan secara genetik.

“Orang-orang paling tertarik dengan pengujian genetik. Saat ini, tidak sedikit pasien saya yang bertanya mengenai hal itu,” jelas Bradley Patay, spesialis penyakit dalam di Scripps Clinic Torrey Pines di La Jolla, California.

Dilansir dari sekian banyak  sumber, inilah ini ialah 5 gangguan kesehatan yang diturunkan secara genetik:

1. Penyakit jantung
Kita tahu bahwa kelaziman gaya hidup sering dikaitkan dengan risiko penyakit jantung. Namun tidak boleh salah, karena gangguan yang satu ini juga dapat terjadi sebab diturunkan secara genetik.

Sebuah studi penting dilaksanakan pada tahun 2016 terhadap lebih dari 55.000 peserta yang lantas diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine. Berdasarkan penelitian, ditemukan bahwa mengawal gaya hidup sehat untuk orang-orang yang mempunyai risiko genetik guna penyakit jantung sangatlah penting.

2. Polip kolon
Polip kolon dinamakan dapat mengakibatkan kanker kolorektal. Faktanya, situasi ini dapat diturunkan secara genetik. Anda dapat meyakinkan dengan teknik bertanya pada keluarga, apakah terdapat kerabat yang merasakan gangguan kesehatan ini.

Polip kolon dapat berkembang di usus besar sekitar masa muda, kemudian menjadi buas saat mendekati umur 40 tahun. Berdasarkan data dari American Cancer Society, satu dari lima orang yang terpapar kanker kolorektal terjadi sebab keturunan dan dimulai dari polip kolon.

3. Penyakit celiac
Berdasarkan keterangan dari Celiac Disease Foundation, orang yang mempunyai kerabat pengidap penyakit celiac berisiko besar ikut terpapar penyakit yang sama di masa yang bakal datang. Penyakit ini terjadi saat pencernaan seseorang merasakan reaksi negatif ketika mengonsumsi gluten, protein yang dapat ditemukan pada sejumlah jenis sereal laksana gandum, jelai (barley), dan gandum hitam.

Meskipun risikonya tidak sebesar yang diperkirakan, tetapi Anda jangan meremehkan penyakit ini. Gejala penyakit celiac mencakup nyeri perut sampai penurunan berat badan.

4. Kolesterol tinggi
Di samping pola hidup tidak sehat laksana asupan makanan, risiko seseorang merasakan kolesterol tinggi dapat juga terjadi sebab diturunkan secara genetik. Mirisnya, tidak sedikit seseorang yang telat memahami dirinya terpapar kolesterol tinggi saat merasakan serangan jantung di umur muda.

Orang dengan kelainan genetik yang dinamakan familial hypercholesterolemia (FH) mempunyai tingkat kolesterol lebih tinggi semenjak lahir. Risiko terhadap penyakit jantung dini, tergolong serangan jantung dan stroke, menjadi amat besar.

5. Depresi
Para peneliti masih mesti tidak sedikit belajar tentang situasi mental dan dampaknya pada genetik. Namun dengan menyaksikan sejarah pada family Anda, urusan tersebut dapat menyerahkan paling tidak petunjuk mula untuk menangkal depresi semenjak dini. Mempertimbangkan riwayat kesehatan mental family Anda, sedikit tidak sedikit memberikan alarm semenjak dini guna meminimalkan risiko penyakit depresi.

Agar lebih waspada, telah semestinya kita memahami sekian banyak  gangguan kesehatan yang diturunkan secara genetik seperti sejumlah penyakit di atas. Dengan menyaksikan riwayat keluarga, maka kita dapat mengerjakan pencegahan sedini barangkali sebelum terjangkit dan menjadi semakin parah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar